Logam Mulia Rontok Disengat Inflasi AS dan Lonjakan Harga Minyak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 11 September 2026, 07:43 WIB
Logam Mulia Rontok Disengat Inflasi AS dan Lonjakan Harga Minyak
Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Kecil Besar
rmol news logo Pergerakan logam mulia dunia mengalami tekanan berat pada akhir perdagangan Kamis 10 September 2026, terseret oleh lonjakan harga minyak dan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan. 

Emas spot ditutup turun 1 persen menjadi 4.355,85 Dolar AS per ons setelah sempat menyentuh level terendah harian di 4.323,78 Dolar AS per ons, sementara emas berjangka AS kontrak Desember menyusut 1,2 persen ke posisi 4.407,30 Dolar AS per ons.

Tekanan terhadap logam mulia turut diperparah oleh penguatan Dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun, yang dipicu lonjakan harga minyak Brent di atas 105 Dolar AS per barel akibat perang AS-Iran. 

Sentimen pasar menunjukkan peluang kenaikan suku bunga the Fed pekan depan melonjak hingga 70 persen, meskipun sebagian besar ekonom masih memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunganya.

Koreksi tajam juga melanda logam mulia lainnya di tengah kekhawatiran inflasi dan pengetatan moneter global. 

Harga perak spot anjlok menjadi 64,19 Dolar AS per ons, platinum merosot ke posisi 1.791,13 Dolar AS per ons, dan paladium terkoreksi menjadi 1.283,52 Dolar AS per ons. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA