Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot turun 0,7 persen menjadi 4.152,86 Dolar AS per ons pada Kamis dini hari, 1 Oktober 2026. Secara bulanan, logam kuning spot ini anjlok sekitar 6,6 persen sepanjang September. Sebaliknya, harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember ditutup naik 0,2 persen menjadi 4.186,70 Dolar AS per ons.
Data Departemen Perdagangan AS menunjukkan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 0,3 persen pada Agustus, sementara indeks PCE inti meningkat 3,0 persen secara tahunan. Kondisi ini membuat pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober menjadi sekitar 39 persen dari sebelumnya 45 persen, dengan peluang kenaikan pada Desember mencapai 90 persen.
Di sisi lain, pergerakan komoditas energi turut memicu tekanan setelah negosiasi antara AS dan Iran menemui kebuntuan, yang mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi berkelanjutan.
Tekanan serupa juga dialami oleh logam mulia lainnya di sepanjang September. Harga perak spot anjlok 2,1 persen menjadi 60,18 Dolar AS per ons, platinum melemah 0,4 persen ke posisi 1.699,40 Dolar AS, dan paladium melorot 1,5 persen menjadi 1.204,53 Dolar AS. Kendati mencatatkan koreksi bulanan, emas, perak, dan platinum secara keseluruhan masih berada di jalur untuk membukukan kenaikan pada kuartal III-2026.
BERITA TERKAIT: