Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.595, turun 4,1 poin atau 0,06 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Volume transaksi tercatat mencapai 64 miliar saham dengan nilai transaksi Rp16 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 2,4 juta kali, sedangkan kapitalisasi pasar mencapai Rp11.550 triliun.
Sebanyak 321 saham melemah, 282 saham menguat, dan 186 saham lainnya stagnan.
Di pasar valuta asing, rupiah juga ditutup melemah. Mengutip data Bloomberg, rupiah bergerak ke level Rp17.763 per dolar AS, melemah 19 poin atau 0,11 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan pasar keuangan masih dibayangi sejumlah sentimen, terutama eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
"Militer AS menyatakan pada Selasa malam bahwa mereka telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru terhadap Iran, dengan sasaran target-target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di tengah eskalasi konflik yang dipicu oleh aksi saling serang pada akhir pekan," kata Ibrahim dalam risetnya.
Menurutnya, serangan tersebut menyasar sejumlah fasilitas penting milik IRGC.
"Pasukan AS menyerang target-target IRGC, termasuk situs pertahanan udara, sistem radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan penebaran ranjau, serta situs komunikasi," jelasnya.
Ia menambahkan, serangan AS tersebut juga dilaporkan menyasar kapal tanker milik pemerintah Iran.
Selain geopolitik, Ibrahim menyoroti perkembangan inflasi dalam negeri yang turut menjadi perhatian pelaku pasar.
"Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga komoditas pangan melonjak tajam pada Agustus 2026. Masalahnya, tekanan kenaikan harga pangan berpotensi masih menghantui daya beli masyarakat ke depan," kata Ibrahim.
Ia mengatakan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar terhadap kenaikan inflasi pada Agustus 2026.
"BPS mencatat bahwa makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok pengeluaran yang memberi kontribusi paling tinggi terhadap kenaikan inflasi pada Agustus 2026," kata Ibrahim.
Adapun secara bulanan (mtm), inflasi umum pada Agustus 2026 mencapai 0,21 persen, meningkat dibandingkan deflasi 0,14 persen pada bulan sebelumnya.
Sementara secara tahunan (yoy), BPS melaporkan inflasi umum mencapai 3,19 persen atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,88 persen.
Di tengah berbagai sentimen tersebut, perkembangan di Bank Indonesia (BI) juga menjadi perhatian pasar. Destry Damayanti resmi dilantik sebagai Gubernur BI periode 2026-2031 dalam upacara pelantikan di Mahkamah Agung, Jakarta pada Rabu 2 September 2026.
Selain Destry, Aida S. Budiman juga telah dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode 2026-2031.
BERITA TERKAIT: