Pada pembukaan perdagangan Rabu, 2 September 2026, indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,60 persen pada awal perdagangan, sementara indeks Topix melemah 1,44 persen.
Tekanan lebih besar terlihat di Korea Selatan. Indeks Kospi jatuh 2,87 persen saat pembukaan, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq merosot 2,51 persen.
Di Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 juga dibuka turun 1,09 persen, menunjukkan tekanan yang meluas di pasar saham kawasan Asia-Pasifik.
Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 25.176. Angka tersebut berada di bawah penutupan perdagangan sebelumnya di level 25.329,73, mengindikasikan potensi pembukaan yang lebih rendah.
Pelemahan bursa Asia terjadi setelah Wall Street ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Investor kini mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama dampaknya terhadap harga minyak dan inflasi.
Kenaikan harga minyak menjadi perhatian karena dapat meningkatkan tekanan inflasi dan membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga. Kondisi tersebut berpotensi menekan pasar saham, terutama jika imbal hasil obligasi terus meningkat.
BERITA TERKAIT: