Motor Listrik Belum Tembus 1 Persen, Kemenperin: Pasarnya Masih Besar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Senin, 31 Agustus 2026, 13:24 WIB
Motor Listrik Belum Tembus 1 Persen, Kemenperin: Pasarnya Masih Besar
Juru Bicara sekaligus Staf Khusus Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Febri Hendri Antoni Arief. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)
Kecil Besar
rmol news logo Pertambahan merek motor listrik di Indonesia belum membuat Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melihat adanya kelebihan kapasitas di industri tersebut. 
HUT RMOL news

Pasalnya, penetrasi kendaraan listrik, khususnya sepeda motor listrik, masih berada di bawah 1 persen sehingga ruang pertumbuhannya dinilai masih besar.

Juru Bicara sekaligus Staf Khusus Menteri Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, mengatakan pasar motor listrik di Indonesia masih cukup luas meski jumlah merek yang beredar terus bertambah.

“Motor listrik kan masih cukup ini lah. Pasarnya masih cukup besar. Meskipun banyak mereknya. Pasar kita masih cukup besar,” kata Febri dalam rilis IKI Agustus 2026, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut Febri, Kemenperin akan tetap menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di industri sepeda motor, termasuk motor listrik. Kebijakan tersebut juga mempertimbangkan investasi yang telah masuk ke subsektor industri sepeda motor.

“Tapi tetap kalau Kementerian Perindustrian akan mengikuti itu dan akan menjaga keseimbangan supply demand di industri motor. Tidak hanya motor listrik, semuanya,” ujarnya.

Ia menegaskan pelaku industri sepeda motor tidak perlu mengkhawatirkan bertambahnya merek dan kapasitas produksi selama pertumbuhan industri tetap sejalan dengan kondisi pasar.

“Dan terutama pada investasi yang ada selama ini pada subsektor industri sepeda motor. Tidak usah khawatir,” tegasnya.

Di sisi lain, Febri melihat potensi kenaikan harga BBM dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat beralih dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik. Dengan tarif listrik yang masih berada pada level saat ini, peluang peralihan tersebut dinilai tetap terbuka.

“Sekarang kan pasar kan lihat ada kenaikan BBM. Potensi kenaikan BBM tinggi. Maka akan ada peralihan dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik,” katanya.

Meski demikian, Kemenperin tetap menekankan pentingnya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan agar pertumbuhan industri motor listrik tidak hanya ditopang oleh bertambahnya merek dan kapasitas produksi, tetapi juga diikuti oleh pertumbuhan pasar. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA