Siap Bagikan Dividen Pasca-Kuasireorganisasi, BWPT Genjot EBITDA dan Ekspansi Biogas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Minggu, 30 Agustus 2026, 17:34 WIB
Siap Bagikan Dividen Pasca-Kuasireorganisasi, BWPT Genjot EBITDA dan Ekspansi Biogas
(Foto: Dok. BWPT)
Kecil Besar
rmol news logo PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menatap masa depan bisnis perkebunan kelapa sawit secara optimistis dengan pijakan finansial yang kian kokoh. Pasca-berhasil menggelar langkah strategis kuasireorganisasi.
HUT RMOL news

Emiten berkode saham BWPT ini memberikan sinyal kuat untuk kembali membagikan imbal hasil kepada para pemegang sahamnya. Peluang pembagian dividen interim bahkan tengah dikaji untuk direalisasikan pada tahun berjalan atau paling lambat pada periode 2026-2027.

Direktur PT Eagle High Plantations Tbk, Chong Kamlong, menegaskan bahwa proses kuasireorganisasi yang telah dirampungkan Perseroan sengaja dirancang untuk menghapus akumulasi rugi sisa masa lalu. 

Kata dia, langkah ini membuka ruang legal dan finansial bagi pembagian imbal hasil (possibility of dividend) kepada para investor.

Hingga triwulan ketiga (Q3), manajemen mencatat bahwa kinerja keuangan Perseroan terus menunjukkan tren pertumbuhan laba (growth) pada tingkat double digit jika dibandingkan dengan capaian tahun 2025. 

Pertumbuhan pesat ini didukung oleh lonjakan EBITDA yang signifikan dari yang sebelumnya berada di kisaran Rp 100 miliar hingga Rp 200 miliar beberapa tahun lalu, kini telah melesat hingga menyentuh Rp 1,6 triliun dan terus melanjutkan penguatan pada Semester I-2026.

"Kami sedang mengkaji peluang pembagian dividen interim tahun ini, dengan target finalisasi rencana dividen pada tahun 2026 atau 2027. Kuasireorganisasi dilakukan secara khusus untuk membuka peluang pembagian imbal hasil yang optimal dan berkelanjutan bagi pemegang saham," ujar Chong Kamlong dalam keterangan tertulis, Minggu 30 Agustus 2026.

Rencana pembagian dividen tersebut saat ini menunggu persetujuan akhir dari Board of Directors (BOD) serta Board of Commissioners (BOC).
Guna menjaga keandalan operasional jangka panjang, BWPT secara konsisten mengalokasikan Anggaran Belanja Modal (Capital Expenditure/CAPEX) sebesar 3% hingga 5% dari total pendapatan tahunan, atau bernilai sekitar Rp 300 miliar per tahun. 

Dana tersebut dialokasikan secara prudent untuk peremajaan aset serta pembenahan infrastruktur operasional strategis, seperti proyek Alperan dan BKS.

Selain peremajaan kebun, Perseroan juga memacu proyek nilai tambah melalui pembangunan Kernel Crushing Plant (KCP) dengan nilai investasi sekitar Rp 100 miliar. 

Proyek KCP ini diproyeksikan mampu menghasilkan tingkat pengembalian investasi (Return on Investment/ROI) mencapai angka double digit, sekaligus melengkapi agenda perawatan rutin (routine maintenance) pabrik demi menjaga keandalan operasional.

Sementara itu, menjawab kekhawatiran pelaku pasar terkait dinamika cuaca kering dan ancaman El Niño, Direksi BWPT, Andrew, menjelaskan bahwa Perseroan telah menerapkan sistem penanganan dan deteksi dini (early detection) berbasis teknologi mutakhir.

BWPT mengombinasikan pemantauan satelit NASA, penggunaan drone pada menara pantau api, patroli rutin di area rawan, serta penyediaan sarana fisik berupa pompa air berkapasitas tinggi di lapangan. 

Langkah preventif ini efektif meminimalkan dampak El Niño, sehingga volume produksi tahun berjalan belum mengalami gangguan signifikan. Kesiapan infrastruktur sejak akhir Q4 2024 hingga Semester 1 menjadi modal kuat Perseroan dalam menyambut puncak masa panen di Semester 2.

Di sisi efisiensi biaya operasional dan input energi, BWPT menempuh sejumlah langkah strategis, yakni pemanfaatan fasilitas biogas dan biomassa digunakan untuk menghemat listrik operasional distrik serta memasok listrik bagi perumahan karyawan. Ekspansi biogas tidak berhenti di pabrik Kain Penerbangan, tetapi akan diperluas ke wilayah Kautim dan sekitarnya.

Lalu, pengelolaan biaya pupuk dan solar karena Di tengah fluktuasi harga input, prioritas utama Perseroan adalah menjaga kepastian pasokan (supply). Aplikasi pupuk disesuaikan dengan kondisi cuaca (dikurangi saat kemarau agar penyerapan nutrisi tanaman optimal).

Meskipun persentase margin sempat tertekan oleh harga pupuk dan solar, secara nilai nominal (value) pendapatan, margin kotor (gross margin), dan laba bersih (net profit) tetap tumbuh double digit, yang turut mendongkrak rasio Return on Equity (ROE) dan Return on Asset (ROA).

Dalam aspek keberlanjutan pasokan Tandan Buah Segar (TBS), Perseroan terus memperkuat jaringan Plasma Mandiri. Melalui skema kemitraan ini, BWPT memberikan pendampingan praktek agronomis terbaik (Best Agronomic Practice), penyediaan pupuk berkualitas, hingga dukungan operasional bagi para petani mitra.

Perseroan menjamin penyerapan penuh (100%) hasil panen TBS petani mitra sesuai penetapan harga resmi pemerintah. BWPT menargetkan penambahan area Plasma Mandiri sebanyak 5.000 hektar per tahun, dengan target akumulasi mencapai 40.000 hektar pada tahun 2030. 

“Tim khusus telah dibentuk untuk membina hubungan berkelanjutan dengan masyarakat sekitar,” katanya.

Fokus PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) ke depan tidak hanya berpatokan pada pertumbuhan angka semata, melainkan bagaimana pertumbuhan tersebut dibangun secara prudent, berkelanjutan (sustainable), dan efisien secara modal (capital efficient). 

"Manajemen berkomitmen penuh menjaga fundamental keuangan serta memberikan imbal hasil pemegang saham (shareholder return) yang optimal dan berkesinambungan," demikian Chong. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA