Direktur Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis mengatakan, kondisi likuiditas perbankan secara industri masih memadai, meski mulai terjadi penurunan pada beberapa kelompok bank, termasuk bank BUMN.
“Karena pertumbuhan kredit lebih cepat daripada pertumbuhan DPK-nya. Maka, meskipun likuiditas secara umum tetap memadai, namun mulai menemukan sejumlah kelompok bank itu mulai mengalami penurunan,” kata Alex dalam Taklimat Media di Kantor BI, Jakarta pada Jumat, 28 Agustus 2026.
BI mencatat kredit perbankan tumbuh 13,6 persen secara tahunan (yoy) pada Juli 2026. Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan DPK yang hanya tumbuh 7,7 persen.
Menurut Alex, kondisi ketahanan perbankan secara umum masih terjaga karena ditopang permodalan yang tinggi dan risiko kredit yang terkendali. Namun, perkembangan likuiditas menunjukkan kondisi yang berbeda pada masing-masing kelompok bank.
Berdasarkan data BI, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) industri perbankan berada di level 23,10 persen pada Juli 2026.
Pada kelompok bank BUMN, rasio AL/DPK turun menjadi 16,12 persen pada Juli 2026 dari 16,18 persen pada Juni 2026.
Penurunan juga terjadi pada kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD), dengan rasio AL/DPK turun dari 25,61 persen menjadi 23,93 persen. Sementara kelompok Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) KBMI 1 dan 2 turun dari 30,49 persen menjadi 29,70 persen.
Di sisi lain, rasio AL/DPK kelompok BUSN KBMI 3 dan 4 meningkat dari 26,24 persen pada Juni menjadi 27,38 persen pada Juli 2026.
Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) juga mengalami peningkatan rasio AL/DPK, dari 81,75 persen menjadi 83,62 persen.
BERITA TERKAIT: