Penguatan ini melanjutkan reli sehari sebelumnya, ketika IHSG kembali menembus level psikologis 6.500.
Pantauan RMOL berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.526,30, naik 24,71 poin atau 0,38 persen dari penutupan sebelumnya di 6.501,59.
IHSG dibuka pada level 6.524,07. Pada awal perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.531,49 dan terendah 6.522,92.
Penguatan terjadi cukup merata. Sebanyak 307 saham menguat, 101 saham melemah, dan 555 saham lainnya stagnan. Total volume transaksi mencapai 1,49 miliar saham dengan nilai transaksi Rp702,99 miliar.
Di jajaran saham LQ45, penguatan terbesar ditempati PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sebesar 1,45 persen, disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang naik 1,27 persen dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 1,11 persen.
Sementara itu, tiga saham LQ45 yang mencatat pelemahan terbesar adalah PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar 1,82 persen, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 1,33 persen, serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melemah 0,97 persen.
Dari sisi sentimen, pergerakan IHSG hari ini masih akan dipengaruhi perkembangan global dan domestik.
Di pasar global, investor mencermati ketegangan Amerika Serikat dan Iran. Ancaman sanksi ekonomi yang lebih berat terhadap Iran serta rencana pengetatan blokade berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Dari dalam negeri, investor akan mencermati data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan Transaksi Berjalan kuartal II 2026 yang akan dirilis Bank Indonesia. Pada kuartal I, NPI mencatat defisit 9,1 miliar Dolar AS, sedangkan transaksi berjalan mengalami defisit 4 miliar Dolar AS atau setara 1,1 persen terhadap PDB.
Data terbaru akan menjadi perhatian pasar untuk melihat kondisi sektor eksternal Indonesia sekaligus arah arus modal asing.
Bank Indonesia juga dijadwalkan merilis data uang beredar Juli 2026. Sebelumnya, jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) pada Juni tumbuh 8,7 persen secara tahunan menjadi Rp10.432,8 triliun. Penyaluran kredit pada periode yang sama tumbuh 12,1 persen.
BERITA TERKAIT: