Pelemahan juga terjadi pada mayoritas indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks LQ45 turun 0,06 persen ke level 630,67, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,46 persen menjadi 382,36.
Indeks KOMPAS100 turut terkoreksi 0,17 persen ke level 829,24. Sementara itu, Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) mencatat pelemahan terdalam, yakni 1,33 persen ke level 224,12.
Di tengah tekanan pasar, IDX30 justru bergerak tipis di zona hijau dengan naik 0,01 persen ke level 352,50. Dengan demikian, IDX30 menjadi satu-satunya indeks dalam daftar tersebut yang menguat pada awal perdagangan.
Tekanan terhadap IHSG terutama berasal dari saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang anjlok 14,04 persen ke level Rp14.850. Padahal, pada perdagangan Selasa 18 Agustus 2026, saham BYAN melonjak 19,97 persen ke Rp17.275 dan menjadi salah satu penopang penguatan IHSG.
Penurunan BYAN terjadi setelah perseroan mengklarifikasi rumor mengenai rencana pengambilalihan sekitar 62,2 persen saham perusahaan oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Manajemen BYAN menyatakan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan atau akuisisi tersebut.
Tekanan pasar juga tercermin dari pergerakan saham secara keseluruhan. Hingga pukul 09.03 WIB, sebanyak 293 saham melemah, 154 saham menguat, dan 516 saham stagnan.
Sementara itu, Rupiah turut melemah terhadap Dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.00 WIB, rupiah berada di level Rp17.862 per Dolar AS, turun 64 poin atau 0,36 persen.
BERITA TERKAIT: