Implementasi fitur AI ini menjadi yang pertama yang mengintegrasikan teknologi identifikasi barang berbasis computer vision secara langsung ke dalam alur pemesanan layanan ekspres internasional yang digunakan pelanggan dalam skala besar.
Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, Ahmad Mohamad mengatakan, fitur tersebut ditujukan untuk menyederhanakan proses pengiriman ekspor, terutama dalam tahap pengisian informasi barang yang selama ini masih mengandalkan input manual dari pengirim.
Inovasi tersebut diharap dapat membantu pelaku usaha, khususnya UMKM dalam menghadapi tantangan dalam memenuhi persyaratan kepabeanan saat melakukan ekspansi ke pasar internasional.
“Melalui fitur identifikasi barang berbasis AI ini, DHL Express membantu menyederhanakan proses persiapan pengiriman dengan memudahkan pelanggan dalam memberikan informasi barang yang akurat sejak awal,” kata Ahmad, Sabtu 15 Agustus 2026.
Melalui fitur ini, pelanggan cukup memotret barang yang akan dikirim menggunakan smartphone atau perangkat yang terhubung internet. Sistem AI kemudian memproses gambar untuk mengidentifikasi objek dan menghasilkan deskripsi barang secara terstruktur dalam hitungan detik.
Deskripsi yang dihasilkan dapat ditinjau, diedit, atau disesuaikan pelanggan sebelum pengiriman diajukan. Fitur ini juga dapat digunakan tanpa harus memiliki akun DHL Express.
Senior Director IT DHL Express Indonesia, Yonata Bastian mengatakan teknologi tersebut mengurangi ketergantungan terhadap input manual dan pengalaman individu dalam mendeskripsikan barang kiriman kepabeanan.
“Dengan membantu pelanggan mengidentifikasi serta mendeskripsikan isi kiriman secara lebih akurat, kami dapat meningkatkan kualitas data sejak awal proses pengiriman. Hal ini tidak hanya menyederhanakan pengalaman pelanggan, tetapi juga mendukung efisiensi yang lebih baik di sepanjang rantai pengiriman,” ujarnya.
Adapun fitur ini telah tersedia di lebih dari 30 negara dan pasar, dengan perluasan implementasi yang akan terus dilakukan sepanjang 2026.
BERITA TERKAIT: