Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda mengatakan emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Meski harga emas mengalami penurunan, masyarakat masih meyakini harga komoditas tersebut akan kembali meningkat secara tahunan.
"Artinya, emas yang dimiliki tidak turun nilainya secara permanen. Mereka masih menganggap, akan ada kenaikan harga emas pada satu titik tertentu," kata Huda kepada RMOL, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurutnya, harga emas juga masih lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi. Namun, investasi emas secara fisik memiliki biaya dan risiko yang cukup tinggi, terutama terkait penyimpanan.
Nailul menjelaskan, ETF merupakan salah satu bentuk derivatif dari produk emas. Investasi melalui ETF memberikan keuntungan yang serupa dengan investasi emas, dengan perbedaan pada kepemilikan emas secara fisik.
"Investasi di ETF sama untungnya dengan investasi di emas. Bedanya hanya pada kepemilikan emas secara fisik," ujarnya.
Meski demikian, investor yang selama ini terbiasa berinvestasi melalui emas fisik dinilai masih cenderung memilih instrumen tersebut. Nailul belum melihat adanya kecenderungan kuat dari investor emas fisik untuk beralih ke instrumen emas nonfisik, terlebih produk derivatif.
Sebaliknya, ETF emas dinilai lebih sesuai bagi investor muda yang tidak membutuhkan kepemilikan emas secara fisik dan hanya mengejar selisih harga investasi.
"Ketika dia memiliki ETF emas ini, mereka tidak perlu memikirkan tempat penyimpanan ataupun risikonya. Ini kelebihan yang ditawarkan investasi emas secara digital, termasuk ETF," pungkasnya.
BEI sebelumnya meluncurkan lima ETF syariah berbasis emas pada 10 Agustus 2026. Produk tersebut didukung kepemilikan emas fisik melalui Electronic Gold Receipt (EGR), diperdagangkan seperti saham di bursa, serta mengacu pada ketentuan syariah berdasarkan fatwa DSN-MUI.
Kelima produk tersebut yakni XSGO dari Syailendra Capital, XGLD dari Indo Premier Investment Management, XDES dari BRI Manajemen Investasi, XTRA dari Trimegah Asset Management, dan XMES dari Mandiri Manajemen Investasi.
BERITA TERKAIT: