IHSG Anjlok, Rupiah Tertekan Dekati Rp18 Ribu per Dolar AS Jelang Pengumuman MSCI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Selasa, 11 Agustus 2026, 18:19 WIB
IHSG Anjlok, Rupiah Tertekan Dekati Rp18 Ribu per Dolar AS Jelang Pengumuman MSCI
Ilustrasi pergerakan saham. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)
Kecil Besar
rmol news logo Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa 11 Agustus 2026. Pelemahan juga terjadi pada nilai tukar Rupiah yang kembali mendekati level Rp18.000 per Dolar AS.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.267, merosot 97,9 poin atau 1,59 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Volume transaksi tercatat mencapai 35 miliar saham dengan nilai transaksi Rp14,5 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 2,1 juta kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar turun dari Rp11.155 triliun menjadi Rp10.979 triliun.

Sebanyak 542 saham tercatat melemah, 141 saham menguat, sementara 108 saham lainnya stagnan.

Mayoritas indeks sektoral bergerak di zona merah. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor industri sebesar 3,49 persen, diikuti konsumer siklikal 2,68 persen dan teknologi 2,57 persen. Sementara itu, hanya sektor kesehatan yang berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0,19 persen.

Di jajaran top gainers, saham PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) melonjak 35 persen ke level Rp108. Kemudian PT Syailendra Capital Tbk (XSGO) menguat 24,77 persen menjadi Rp1.335 dan PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) menanjak 24,70 persen ke Rp414.

Sebaliknya, tiga saham yang mencatatkan pelemahan terbesar atau top losers dipimpin PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) yang melemah 14,94 persen menjadi Rp655. Disusul PT SLJ Global Tbk (SULI) turun 14,78 persen ke Rp98 dan PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) merosot 14,50 persen menjadi Rp560.

Di pasar valuta asing, Rupiah ikut tertekan pada perdagangan sore ini. Mengutip data Bloomberg, Rupiah ditutup di posisi Rp17.861 per Dolar AS, melemah 106 poin atau 0,60 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelaku pasar masih mencermati agenda tinjauan MSCI (Morgan Stanley Capital International) untuk Agustus 2026 yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026.

"Pasar bersikap waspada terhadap agenda tinjauan MSCI untuk bulan Agustus 2026 yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026, di mana perubahan penyeimbangan ulang (rebalancing) akan mulai berlaku setelah 31 Agustus," kata Ibrahim dalam keterangannya.

Meski demikian, tekanan terhadap pasar, kata Ibrahim sedikit mereda setelah Presiden Prabowo menunjuk Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, sebagai calon tunggal pengganti Perry Warjiyo.

"Tekanan penurunan pasar sedikit tertahan oleh langkah Presiden Prabowo yang menunjuk Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, sebagai calon tunggal pengganti Perry Warjiyo, sehingga meredakan kekhawatiran terkait kepemimpinan," pungkasnya.rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA