Keputusan pembagian dividen interim itu tertuang dalam Keputusan Direksi Nomor 122/SK-DIR/TPA/X/2026 yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.
Manajemen TLDN menyebutkan, dividen interim tersebut bersumber dari saldo laba ditahan hingga Juni 2026. Perseroan memastikan posisi laba ditahan masih mencukupi untuk memenuhi pembagian dividen kepada pemegang saham.
"Sampai dengan periode Juni 2026, Perseroan memiliki saldo laba ditahan yang mencukupi untuk dibagikan sebagai dividen interim," tulis manajemen TLDN dalam keterbukaan informasi, dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 3 Oktober 2026.
Bagi investor yang mengincar dividen tersebut, cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi ditetapkan pada 12 Oktober 2026, sedangkan tanggal ex dividen jatuh pada 13 Oktober 2026.
Untuk pasar tunai, cum dividen dijadwalkan pada 14 Oktober 2026 dan ex dividen pada 15 Oktober 2026. Sementara recording date ditetapkan pada 14 Oktober 2026.
Pembayaran dividen interim akan dilakukan secara serentak pada 22 Oktober 2026 kepada pemegang saham yang berhak melalui mekanisme PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Pembagian dividen ini berlangsung ketika kinerja keuangan TLDN pada semester I 2026 masih menunjukkan pertumbuhan pendapatan. Emiten agribisnis perkebunan sawit tersebut membukukan penjualan dan pendapatan usaha Rp2,71 triliun, meningkat dari Rp2,55 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan pendapatan tersebut diikuti peningkatan beban pokok penjualan dan penjualan menjadi Rp1,75 triliun dari Rp1,63 triliun. Meski demikian, laba bruto masih tumbuh 3,87 persen menjadi Rp960,50 miliar dari sebelumnya Rp924,69 miliar.
Dari sisi efisiensi, TLDN berhasil memangkas beban penjualan menjadi Rp77,98 miliar pada semester I 2026, dibandingkan Rp113,52 miliar setahun sebelumnya. Beban keuangan dan bunga juga turun menjadi Rp20,71 miliar dari Rp21,94 miliar.
Namun, pertumbuhan pendapatan dan laba bruto belum mampu mengangkat laba bersih yang menjadi hak pemilik entitas induk. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp543,64 miliar, turun tipis dari Rp561,27 miliar pada semester I 2025.
Pada neraca, total aset TLDN per 30 Juni 2026 mencapai Rp6,34 triliun, meningkat dari Rp6,02 triliun pada akhir Desember 2025. Aset lancar tercatat Rp1,91 triliun, dengan persediaan lancar Rp854,29 miliar dan aset biologis Rp295,80 miliar. Kas dan setara kas berada di level Rp258,02 miliar.
Liabilitas perseroan juga meningkat menjadi Rp2,65 triliun dari Rp2,37 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total ekuitas menguat menjadi Rp3,69 triliun, dengan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp2,24 triliun.
Di pasar saham, TLDN ditutup menguat pada perdagangan Jumat 2 Oktober 2026. Saham TLDN naik 3,48 persen ke level Rp595 per saham setelah dibuka pada Rp575, sama dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Sepanjang perdagangan, TLDN bergerak di rentang Rp560 hingga Rp595 per saham. Volume transaksi mencapai 16,77 ribu lot dengan nilai transaksi Rp967,54 juta. Saham TLDN diperdagangkan pada harga rata-rata Rp577 per saham.
Dalam beberapa periode, pergerakan TLDN menunjukkan dinamika yang beragam. Dalam sepekan, saham ini menguat 1,71 persen dengan rentang Rp570-Rp600. Dalam sebulan, TLDN naik 3,48 persen dengan pergerakan Rp560-Rp670.
Penguatan lebih besar tercatat dalam tiga bulan terakhir, yakni 19,96 persen, dari level terendah Rp492 hingga Rp670 per saham.
Namun, dalam periode yang lebih panjang, TLDN masih berada dalam tekanan. Dalam enam bulan, saham ini terkoreksi 7,03 persen dengan rentang Rp416-Rp705. Sepanjang tahun berjalan, TLDN melemah 15 persen, sedangkan dalam satu tahun terakhir terkoreksi 14,39 persen dengan rentang Rp416-Rp925.
Dalam horizon tiga tahun, pergerakan TLDN kembali mencatatkan kinerja positif. Saham ini menguat 28,79 persen, bergerak dari level terendah Rp376 hingga mencapai level tertinggi Rp925 per saham.
BERITA TERKAIT: