Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Rabu, 05 Agustus 2026, 23:22 WIB
Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368
Ilustrasi. (Foto: RMOL/Alifia)
Kecil Besar
rmol news logo Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia kembali meningkat pada Maret 2026. 

Hal tersebut tercermin dari rasio gini nasional yang tercatat sebesar 0,368 atau naik 0,005 poin dibandingkan posisi September 2025 yang sebesar 0,363.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud mengatakan kenaikan tersebut menandai pelebaran ketimpangan pengeluaran masyarakat setelah sempat menunjukkan tren membaik dalam beberapa tahun terakhir.

"Pada Maret 2026, ketimpangan Indonesia (gini ratio) tercatat 0,368 atau naik 0,005 poin dari September 2025 (0,363)," kata Edy dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026

Sebagai informasi, rasio gini memiliki rentang nilai 0 hingga 1. Semakin mendekati angka 0 menunjukkan distribusi pengeluaran masyarakat semakin merata, sedangkan semakin mendekati angka 1 menandakan tingkat ketimpangan yang semakin tinggi.

Kenaikan rasio gini tersebut mencerminkan kembali melebarnya jurang disparitas pengeluaran antarkelompok masyarakat.

Berdasarkan wilayah tempat tinggal, ketimpangan di kawasan perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan.

BPS mencatat rasio gini perkotaan mencapai 0,387 pada Maret 2026, meningkat 0,004 poin dibandingkan September 2025 yang berada di level 0,383.

Sementara itu, rasio gini di wilayah perdesaan tercatat sebesar 0,296 atau naik tipis 0,001 poin dari 0,295 pada September 2025.

"Ketimpangan (pengeluaran ekonomi) perkotaan lebih tinggi dibandingkan perdesaan," sebutnya.

Meski demikian, secara historis ketimpangan pengeluaran Indonesia sempat menunjukkan tren membaik sepanjang periode Maret 2021 hingga September 2025.

Data BPS menunjukkan rasio gini nasional berada di level 0,384 pada Maret 2021, kemudian sempat mencapai puncak 0,388 pada Maret 2023, sebelum terus menurun hingga menyentuh 0,363 pada September 2025.

Perbaikan tersebut juga tercermin di kawasan perkotaan, di mana rasio gini turun dari 0,401 pada Maret 2021 setelah sempat mencapai 0,409 pada Maret 2023, menjadi 0,395 pada Maret 2025.

Di wilayah perdesaan, rasio gini juga terus membaik dari 0,315 pada Maret 2021 menjadi 0,299 pada Maret 2025.

Namun, tren penurunan ketimpangan tersebut berbalik arah pada periode September 2025 hingga Maret 2026 dengan kembali naiknya rasio gini nasional maupun di wilayah perkotaan dan perdesaan. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA