Depresiasi Dolar AS sebesar 0,8 persen akibat penguatan Yen membuat komoditas berbasis hijau ini menjadi lebih murah dan menarik bagi pemilik mata uang lain.
Di pasar spot, harga emas melonjak 1 persen ke level 4.104,59 Dolar AS per ons, sementara emas berjangka AS pengiriman Agustus melompat 1,6 persen hingga ditutup pada posisi 4.160,60 Dolar AS per ons.
Lonjakan ini juga dipicu oleh pernyataan Chairman The Fed, Kevin Warsh, yang belum memberikan arah kebijakan moneter yang jelas, sehingga mengurangi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lanjutan. Peluang kenaikan suku bunga pada September pun turun dari 77 persen menjadi 61 persen.
Penguatan emas turut diikuti oleh jajaran logam mulia lainnya.
Perak spot melesat 2 persen menjadi 58,79 Dolar AS per ons.Platinum melejit 2,5 persen ke posisi 1.652,32 Dolar AS per ons. Sementara, paladium memimpin kenaikan dengan melambung 4,4 persen hingga menyentuh 1.301,39 Dolar AS per ons.
Meskipun melandainya Indeks Harga PCE Juni (turun 0,1 persen) memberikan sentimen positif bagi pergerakan logam dunia, pasar tetap mewaspadai risiko tekanan inflasi baru akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi melambungkan harga minyak.
BERITA TERKAIT: