Pada penutupan, harga emas spot naik 0,1 persen menjadi 4.052,78 Dolar AS per troy ounce, sementara kontrak berjangka emas AS pengiriman Agustus ditutup menguat 0,5 persen ke 4.070,80 Dolar AS per troy ounce.
Harga perak spot turut menguat 0,8 persen menjadi 58,11 Dolar AS per troy ounce, sedangkan platinum turun 0,8 persen ke 1.587,17 Dolar AS per troy ounce.
Pergerakan tersebut terjadi di tengah pelemahan harga minyak Brent, meningkatnya perhatian investor terhadap konflik di Timur Tengah, serta penantian hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pekan depan.
Sepanjang pekan ini, harga emas masih mencatat kenaikan sekitar 0,9% setelah sempat terkoreksi hampir 2 persen pada sesi sebelumnya. Pedagang logam independen Tai Wong menilai emas mulai membentuk level dasar di kisaran 3.950 Dolar AS per troy ounce, meski imbal hasil obligasi masih meningkat.
Menurutnya, harga emas berpotensi kembali tertekan jika konflik geopolitik memburuk, tetapi dapat menguat apabila The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga.
Harga minyak Brent sendiri turun lebih dari 4 persen setelah sehari sebelumnya melonjak lebih dari 7 persen hingga menembus 100 Dolar AS per barel, dipicu serangan terhadap dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah.
Sejak konflik yang didukung Amerika Serikat terhadap Iran pecah pada akhir Februari, harga emas telah melemah sekitar 23 persen akibat kekhawatiran inflasi akan mendorong suku bunga tetap tinggi dalam waktu lebih lama.
Pelaku pasar kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Namun, berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada September diperkirakan mencapai sekitar 82 persen.
BERITA TERKAIT: