Penguatan ini didorong oleh kombinasi kinerja keuangan perusahaan yang solid, membaiknya data aktivitas bisnis (PMI) di kawasan, serta penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi energi.
Indeks acuan pan-Eropa STOXX 600 menguat 0,8 persen ke level 644,5, sementara Euro STOXX 50 melesat 1,1 persen ke posisi 6.281.
Sektor teknologi menjadi bintang utama, dipimpin oleh lonjakan saham SAP hingga sekitar 9–10 persen berkat tingginya permintaan platform AI dan pertumbuhan bisnis cloud.
Sektor perbankan besar seperti Santander, BBVA, Intesa Sanpaolo, Crédit Agricole, dan BNP Paribas juga kompak menguat lebih dari 2 persen seiring turunnya imbal hasil obligasi dan capaian laba yang melampaui ekspektasi.
Di tingkat regional, bursa Jerman memimpin pemulihan setelah indeks DAX 40 melonjak lebih dari 1 persen melampaui level 25.100. Selain ditopang oleh saham teknologi seperti SAP dan Atoss Software, sentimen pasar Jerman terangkat oleh laporan S&P Global yang menunjukkan aktivitas bisnis Zona Euro kembali tumbuh pada Juli, di mana Jerman memimpin pemulihan tersebut.
Meski demikian, tekanan masih terlihat pada saham otomotif dan ritel seperti Volkswagen yang terkoreksi 2,4 persen dan Adidas yang turun 1,5 persen akibat lemahnya proyeksi pendapatan. Pasar juga terus mencermati dampak dinamika tarif baru dari Amerika Serikat terhadap mitra dagangnya, termasuk Uni Eropa.
Sementara itu di Prancis, indeks CAC 40 naik 0,9 persen ke level 8.372 setelah data S&P Global Flash Services PMI Juli merayap naik ke 49,8, menandakan laju kontraksi sektor swasta mulai mereda.
Sentimen positif ini turut mengerek saham-saham barang mewah seperti LVMH, L'Oréal, Hermès, dan Kering yang masing-masing menguat di atas 1 persen. Sementara di sektor industri, Airbus dan Safran mencatatkan kenaikan, meskipun Thales mengalami aksi
profit taking pasca-lonjakan pada hari sebelumnya. Di sisi lain, survei Bank Sentral Eropa (ECB) menunjukkan ekspektasi inflasi tetap stabil dengan proyeksi melambat tajam pada tahun depan.
Dari Inggris, indeks FTSE 100 menguat 0,9 persen dan menutup pekan dengan kenaikan 1,3 persen. Penguatan bursa London disokong oleh lompatan saham RELX sebesar 5 persen, pergerakan positif Rolls-Royce, London Stock Exchange Group, serta data ekonomi domestik yang menggembirakan di mana penjualan ritel Juni secara mengejutkan tumbuh 1 persen dan PMI kembali ke zona ekspansi.
Di tengah penguatan mayoritas sektor, saham energi seperti Shell dan BP justru tertekan lebih dari 1 persen akibat penurunan harga minyak mentah setelah munculnya kabar upaya diplomasi untuk menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian AS-Iran. Kendati harga minyak melandai, risiko inflasi energi secara umum dinilai masih berlanjut mengingat harga gas alam Eropa sempat menyentuh level tertinggi sejak akhir 2022.
BERITA TERKAIT: