Harga Emas Tertekan Risiko Inflasi Global, Perak dan Paladium Melonjak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 21 Juli 2026, 07:19 WIB
Harga Emas Tertekan Risiko Inflasi Global, Perak dan Paladium Melonjak
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
Kecil Besar
rmol news logo Pergerakan pasar logam dunia bergerak variatif di tengah lonjakan harga energi dan ketegangan geopolitik AS-Iran. 

Emas mencatatkan pelemahan dengan harga spot turun 0,2 persen ke 4.007,91 Dolar AS per ons dan kontrak berjangka AS pengiriman Agustus menyusut 0,1 persen menjadi 4.015,90 Dolar AS per ons. 

Berbeda dengan emas, komoditas logam mulia lainnya justru menguat, dipimpin oleh perak spot yang melonjak 1,2 persen ke 56,55 Dolar AS per ons, diikuti paladium yang naik 0,9 persen ke 1.258,83 Dolar AS per ons, serta platinum yang terkerek tipis 0,1 persen ke 1.592,86 Dolar AS per ons.

Tekanan pada emas dipicu oleh penguatan yield US Treasury 10-tahun sebesar 0,4 persen dan Indeks Dolar AS (DXY) sebesar 0,2 persen, yang memangkas daya tarik logam kuning bagi pemegang mata uang lain. 

Selain faktor moneter, eskalasi militer di Timur Tengah, termasuk serangan Iran ke aset AS dan aksi blokade laut Houthi di Arab Saudi, mendorong lonjakan harga minyak Brent. Kenaikan harga energi ini memicu kekhawatiran inflasi global baru yang berpotensi menahan suku bunga The Fed tetap tinggi, sehingga menekan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Data FedWatch Tool CME Group mencatat ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada Desember naik menjadi 83 persen dari pekan lalu sebesar 73 persen, meningkatkan perdebatan menjelang rapat yang dipimpin Chairman Kevin Warsh. Namun, Meger memperkirakan The Fed akan lebih mengandalkan penyesuaian neraca, yang jika direspon positif oleh pasar, dapat menjadi pendorong baru bagi pemulihan harga emas. rmol news logo article

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA