Pantauan RMOL dari catatan Bursa, pada akhir perdagangan Jumat 17 Juli 2026, saham FILM mengalami tekanan jual dan ditutup melemah 3,00 persen atau terpangkas 50 poin ke level Rp1.505 per saham. Padahal, FILM sempat membuka perdagangan di zona hijau setelah melesat ke level Rp1.565 dan menyentuh harga tertinggi hariannya di Rp1.570.
Sepanjang sesi perdagangan, saham FILM bergerak cukup dinamis dengan fluktuasi yang membawa harganya sempat menyentuh level terendah di Rp1.495. Menjelang bel penutupan, antrean pasar mencatat harga penawaran beli (bid) terkuat berada di Rp1.500, sementara penawaran jual (offer) antre di Rp1.505.
Transaksi harian ini mencatatkan volume yang cukup aktif, di mana ada 32.170 lembar saham yang berpindah tangan dengan total nilai transaksi mencapai Rp4,9 miliar dari 4.161 kali frekuensi perdagangan.
Jika mengintip dapur keuangannya, saat ini FILM mencatatkan nilai laba bersih per saham (Earning Per Share/EPS) di angka -Rp22,89, dengan rasio harga terhadap laba (Price to Earnings Ratio/PER) berada di kisaran -66 kali.
Meski sedang menghadapi rapor merah secara harian, magnet emiten hiburan ini sama sekali belum pudar. Dengan kapitalisasi pasar yang jumbo mencapai Rp16,38 triliun, FILM kokoh berdiri sebagai raksasa terbesar kedua dari lima perusahaan di industri sejenis.
Sementara di skala nasional, ia bangga bertengger di peringkat 108 dari total 964 perusahaan di Bursa Efek Indonesia, sebuah posisi yang membuat koreksi akhir pekan ini justru menarik untuk dicermati kembali saat pasar dibuka senin depan.

|
|
BERITA TERKAIT: