Pada penutupan perdagangan Senin, 13 Juli 2026, harga minyak mentah Brent melonjak 9,6 persen ke level 83,30 Dolar AS per barel, menjadi kenaikan harian terbesar sejak Mei 2020. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 9,4 persen dan berakhir di 78,14 Dolar AS per barel.
Lonjakan harga terjadi setelah Trump menyatakan Amerika Serikat kembali menerapkan blokade terhadap Iran. Menurutnya, langkah tersebut hanya akan menghentikan kapal-kapal maupun pelanggan Iran yang keluar masuk wilayah tersebut, sementara negara lain tetap dapat menggunakan Selat Hormuz secara bebas.
"Kami memberlakukan kembali blokade Iran. Hanya kapal atau pelanggan Iran yang akan dihentikan. Semua negara lain tetap memiliki hak penggunaan Selat Hormuz secara adil dan terbuka," tulis Trump di Truth Social.
Trump juga menyatakan AS akan terus menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, ia meminta kompensasi sebesar 20 persen dari nilai seluruh kargo yang melintasi jalur strategis tersebut sebagai biaya perlindungan yang diberikan AS.
Di sisi lain, ketegangan militer juga terus meningkat. Militer AS melancarkan gelombang serangan baru ke sejumlah target di Iran sebagai balasan atas serangan Korps Garda Revolusi Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah fasilitas militer AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman.
Meski media pemerintah Iran mengklaim telah menutup Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan, militer AS membantah klaim tersebut. Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan jalur pelayaran masih terbuka bagi seluruh kapal yang berlayar secara sah.
"Pasukan AS siap memastikan kebebasan navigasi tetap terjaga. Iran tidak mengendalikan Selat Hormuz dan lalu lintas kapal tetap berlangsung," tulis CENTCOM di X.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: