Indeks DXY, yang mengukur kinerja Dolar AS terhadap sekeranjang mata uang lain termasuk Euro, naik 0,21 persen ke posisi 101,27.
Penguatan greenback ini ditopang oleh meningkatnya konflik geopolitik antara AS dan Iran di Selat Hormuz yang melambungkan harga minyakBrent sebesar 9 persen, serta sinyal hawkish dari pejabat Federal Reserve menjelang rilis data inflasi (CPI dan PPI) AS pekan ini.
Gubernur Fed, Christopher Waller, mengisyaratkan peluang kenaikan suku bunga lanjutan jika inflasi bertahan jauh di atas target 2 persen, sementara pasar berjangka kini memperhitungkan ekspektasi kenaikan suku bunga sekitar 30 basis poin hingga akhir tahun.
Fokus investor kini tertuju pada rilis data inflasi AS serta kesaksian Chairman Fed Kevin Warsh di hadapan kongres.
Kenaikan Dolar AS menekan sejumlah mata uang utama, dengan Euro melemah 0,26 persen menjadi 1,1383 Dolar AS, dan Poundsterling turun 0,40 persen ke 1,3352 Dolar AS.
Dolar Australia terdepresiasi 0,47 persen menjadi 0,6917 Dolar AS, dan Yen Jepang melemah 0,46 persen sehingga Dolar AS menguat ke 162,43 Yen.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: