IHSG menguat tipis 0,11 persen atau naik 6,47 poin ke level 5.930,83 setelah bergerak di rentang 5.898 hingga 5.974.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi mencapai Rp 6 triliun dengan volume 14,79 miliar saham dari 1,79 juta kali transaksi. Meski indeks utama naik, secara keseluruhan sebanyak 326 saham melemah, 266 saham menguat, dan 197 saham stagnan. Indeks unggulan LQ45 pun justru terkoreksi 0,07 persen.
Pergerakan sektoral menunjukkan sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 1,51 persen, disusul transportasi dan logistik (0,65 persen), infrastruktur (0,64 persen), energi (0,42 persen), serta keuangan (0,37 persen).
Sebaliknya, tekanan melanda sektor properti yang turun 0,37 persen, diikuti kesehatan (0,36 persen), perindustrian (0,29 persen), barang konsumsi primer (0,24 persen), dan teknologi (0,23 persen).
Penguatan IHSG terbilang kontras dengan mayoritas bursa Asia yang tertekan di zona merah.
Nikkei Jepang anjlok 2,23 persen, Shanghai Composite China melemah 1,69 persen, dan Straits Times Singapura terkoreksi 0,27 persen.
Hanya Hang Seng Hong Kong yang mendampingi IHSG dengan kenaikan tipis 0,07 persen.
Dari jajaran pergerakan saham individu, PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) memimpin top gainers setelah melonjak 33,01 persen ke Rp 137, disusul PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) yang naik 27,10 persen ke Rp 197 dan PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) yang melesat 23,81 persen ke Rp 78.
Tiga saham lainnya berhasil menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA), yakni PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang melambung 24,77 persen ke Rp 272, PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) naik 24,44 persen ke Rp 555, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menguat 24,04 persen ke Rp 645.
Sementara itu, predikat top loser ditempati PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang anjlok 14,72 persen ke level Rp 1.275 hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB).
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: