Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks acuan saham nasional tersebut terkoreksi 0,64 persen dan terlempar ke level 6.091.
Padahal, IHSG sempat dibuka menguat pada sesi pagi di level 6.141. Namun, tekanan jual yang masif menyeret indeks hingga menyentuh titik terendahnya di level 6.029. Aktivitas perdagangan berlangsung padat dengan volume transaksi mencapai 38,61 miliar saham dan nilai transaksi menembus Rp22,88 triliun.
Kinerja pasar saham hari ini didominasi tren negatif. Sebanyak 494 saham melandai, 186 saham menguat, dan 285 saham stagnan.
Laju koreksi IHSG dipicu oleh anjloknya mayoritas sektor saham. Sektor properti memimpin penurunan setelah ambles 2,75 persen, disusul sektor industri yang jatuh 2,67 persen.
Sektor lainnya turut merosot, antara lain transportasi turun 1,77 persen, infrastruktur tergerus 1,48 persen, energi melemah 1,26 persen, siklikal terkikis 1,16 persen, keuangan turun 0,45 persen, serta bahan baku menipis 0,32 persen.
Sebaliknya, hanya tiga sektor yang mampu bertahan di jalur hijau meski tipis, yakni teknologi naik 0,18 persen, non-siklikal menguat 0,11 persen, dan kesehatan naik 0,08 persen.
Di tengah performa IHSG yang tertekan, mata uang Garuda di pasar valuta asing justru mencatatkan sedikit penguatan. Mengutip data
Bloomberg, nilai tukar Rupiah menguat tipis 10 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp18.073 per Dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
BERITA TERKAIT: