Pada perdagangan Minggu malam, 12 Juli 2026, waktu AS, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 3,4 persen menjadi 73,87 Dolar AS per barel. Sementara minyak Brent yang menjadi acuan harga minyak internasional, menguat sekitar 3,5 persen ke 78,67 Dolar AS per barel.
Kenaikan harga terjadi setelah militer AS kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Washington menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas serangan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) terhadap kapal kontainer yang melintasi Selat Hormuz. Sebagai balasan, Iran dilaporkan menyerang sejumlah fasilitas militer AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman.
Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap kelancaran distribusi minyak global. Media pemerintah Iran mengklaim Selat Hormuz ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. Namun, Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah klaim itu dan menegaskan jalur pelayaran tetap terbuka bagi kapal-kapal yang melintas secara sah.
Presiden AS Donald Trump juga mengatakan Selat Hormuz masih terbuka. Data perusahaan intelijen maritim Windward menunjukkan sedikitnya sembilan kapal masih melintasi selat tersebut pada Sabtu. Sementara itu, Pusat Informasi Maritim Gabungan menyebut jalur pelayaran melalui perairan Oman masih dapat digunakan, meski situasi keamanan tetap sangat rawan sehingga kapal-kapal diminta meningkatkan kewaspadaan.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: