Seluruh saham yang telah dibeli kembali tersebut kini fokus dialihkan untuk Program Kepemilikan Saham bagi Pegawai (Employee Share Ownership Program/ESOP).
Dalam keterbukaan informasi yang dikutip redaksi di Jakarta, Selasa 7 Juli 2026, disebutkan bahwa langkah ini sengaja dirancang perusahaan untuk memperkuat komitmen terhadap kesejahteraan karyawan sekaligus mendukung program kepemilikan saham internal.
Corporate Secretary BBNI, Okki Rushartomo, memastikan bahwa pengalihan dan penyelesaian transaksi buyback ini tidak mengganggu aktivitas operasional maupun kinerja keuangan perseroan.
Alokasi dana maksimal Rp905,48 miliar yang sebelumnya telah direstui dalam RUPST pada 9 Maret 2026 terbukti tidak menguras likuiditas perusahaan.
BBNI menegaskan bahwa rasio kecukupan modal (CAR) serta arus kas operasional tetap berada di level yang sangat sehat untuk menopang rencana bisnis ke depan, sehingga fundamental perusahaan tetap solid pasca-pelaksanaan ESOP ini.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: