Karena itu, BPS terus mengintensifkan edukasi agar masyarakat memahami manfaat sensus sekaligus yakin bahwa data yang diberikan tetap dijaga kerahasiaannya.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan tingkat penerimaan masyarakat masih lebih tinggi dibandingkan penolakan.
"Kami sudah monitor. Secara proporsi masih banyak yang menerima dibandingkan dengan yang menolak. Hanya yang bersuara di medsos adalah yang menolak, yang menerima petugas sensus dengan baik jarang bersuara. Ini tugas kita bersama-sama untuk tanpa lelah mengedukasi masyarakat agar paham tentang pentingnya didata," ujar Amalia, dikutip redaksi di Jakarta, Selasa 7 Juli 2026.
Menurutnya, edukasi perlu terus diperkuat agar informasi yang keliru mengenai pelaksanaan sensus tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik, BPS berharap masyarakat bersedia memberikan data secara benar, jujur, dan lengkap sehingga hasil Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih akurat.
Amalia juga menegaskan BPS menjamin kerahasiaan seluruh data responden sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Data yang dihimpun hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan tidak dimanfaatkan untuk perpajakan, audit, maupun penegakan hukum.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: