Prabowo: Ekonomi RI Semester I 2026 Tumbuh Tertinggi dalam 13 Tahun

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Jumat, 14 Agustus 2026, 11:19 WIB
Prabowo: Ekonomi RI Semester I 2026 Tumbuh Tertinggi dalam 13 Tahun
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Tangkapan layar TV Parlemen)
Kecil Besar
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto mengatakan perekonomian Indonesia mencatat kinerja positif pada semester I 2026. Pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut menjadi yang tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

Prabowo menyebut ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tumbuh 5,61 persen. Sementara secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi semester I 2026 mencapai 5,45 persen.

"Ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir," kata Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR RI di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Selain pertumbuhan ekonomi, realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai Rp1.010 triliun dan menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja.

Prabowo optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6 persen hingga akhir 2026.

“Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin, pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen,” tuturnya.

Meski mengapresiasi capaian tersebut, Prabowo menegaskan pertumbuhan ekonomi dan investasi bukan tujuan akhir pembangunan nasional. Pemerintah, kata dia, akan memastikan pertumbuhan ekonomi berdampak pada peningkatan kesejahteraan, penciptaan lapangan kerja, dan perbaikan kualitas hidup masyarakat.

"Tetapi saya tegaskan, pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat," tegasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,12 persen.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud mengatakan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II 2026 atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp6.552,1 triliun. Sementara berdasarkan harga konstan (ADHK) mencapai Rp3.576,2 triliun.

Secara kuartalan, ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh 3,73 persen dibandingkan kuartal I 2026. Adapun secara kumulatif, ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh 5,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA