Pada penutupan perdagangan Senin, 22 Juni 2026, waktu AS, harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak internasional, turun 3,3 persen ke level 77,90 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), patokan harga minyak AS, melemah 2,3 persen dan berakhir di 74,82 Dolar AS per barel.
Penurunan harga terjadi setelah Departemen Keuangan AS memberikan otorisasi bagi penjualan minyak mentah Iran hingga Agustus. Langkah ini dinilai dapat membantu meningkatkan pasokan minyak di pasar global dan meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Sentimen pasar juga didukung oleh perkembangan positif dalam pembicaraan antara AS dan Iran. Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan bahwa telah terjadi "kemajuan besar" dalam perundingan damai yang berlangsung selama akhir pekan.
Selain itu, mediator dari Qatar dan Pakistan menyatakan bahwa pejabat AS dan Iran telah menyepakati sebuah peta jalan (roadmap) untuk mencapai kesepakatan final dalam waktu 60 hari.
Prospek tercapainya kesepakatan antara kedua negara membuat pelaku pasar lebih optimistis bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dapat mereda. Jika negosiasi berhasil, risiko terganggunya distribusi energi global juga diperkirakan akan berkurang.
BERITA TERKAIT: