Penguatan pasar terutama dipicu oleh optimisme investor terhadap kemajuan pembicaraan kedua negara yang sebelumnya sempat tegang. Harapan meredanya konflik di Timur Tengah membuat pelaku pasar kembali berani masuk ke aset berisiko.
Di Jepang, pergerakan indeks terpantau beragam. Indeks Nikkei 225 naik 0,19 persen, sementara indeks Topix justru melemah tipis 0,12 persen.
Pasar saham Korea Selatan juga bergerak positif. Indeks Kospi naik 0,10 persen, sedangkan Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil menguat lebih besar sebesar 0,21 persen.
Sementara itu, pasar Australia mencatat penguatan lebih solid. Indeks S&P/ASX 200 naik 0,33 persen, seiring meningkatnya selera risiko investor terhadap aset keuangan.
Dari sisi geopolitik, Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan bahwa pembicaraan antara Washington dan Teheran telah mencapai “kemajuan besar”, meskipun sebelumnya kedua negara mengalami periode ketegangan yang cukup tinggi.
Pernyataan tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar akan potensi gangguan yang lebih luas terhadap ekonomi global, khususnya terkait stabilitas kawasan Timur Tengah.
Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran. Jika kemajuan terus berlanjut, sentimen positif ini berpotensi menjaga momentum penguatan di pasar keuangan global, termasuk bursa saham Asia.
BERITA TERKAIT: