Emas Dunia Rebound, Turunnya Harga Minyak Redakan Tekanan Inflasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 23 Juni 2026, 07:28 WIB
Emas Dunia Rebound, Turunnya Harga Minyak Redakan Tekanan Inflasi
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
rmol news logo Harga emas menguat, bangkit dari level terendah dalam lebih dari sepekan. Kenaikan ini terjadi di tengah perkembangan positif perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang menekan harga minyak dan meredakan sebagian kekhawatiran inflasi.

Pada akhir  Senin 22 Juni 2026,  harga emas spot naik 0,5 persen menjadi 4.182,39 Dolar AS per ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 11 Juni pada perdagangan Jumat lalu. Sedangkan emas berjangka AS melemah 1 persen ke 4.202,70 Dolar AS per ons.

Harga minyak mentah Brent tercatat turun lebih dari 3 persen setelah muncul kabar kemajuan negosiasi kedua negara. Namun, prospek kenaikan suku bunga Amerika Serikat masih membatasi penguatan emas. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada Desember mencapai 89 perseb, meningkat dari 61 persen sebelum pertemuan bank sentral pekan lalu.

Emas selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, tetapi daya tariknya cenderung berkurang ketika suku bunga meningkat karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Meski demikian, Bank of America menilai prospek jangka panjang emas tetap positif, meskipun target harga 6.000 Dolar AS per ons dinilai sulit tercapai dalam waktu dekat.

Di pasar logam mulia lainnya, perak spot naik 0,5 persen menjadi 65,21 Dolar AS per ons, sedangkan platinum menguat 0,3 persen ke 1.668,43 Dolar AS per ons. rmol news logo article


EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA