Dikutip dari
CNBC International, Kamis, 30 Juli 2026, pada kuartal IV tahun fiskal 2026, Microsoft mencatat pendapatan sebesar 90,01 miliar Dolar AS, lebih tinggi dari perkiraan analis yang sebesar 87,62 miliar Dolar AS. Laba bersih perusahaan juga naik menjadi 35,77 miliar Dolar AS, didorong oleh kuatnya pertumbuhan bisnis cloud Azure serta keuntungan dari investasi di perusahaan AI, Anthropic.
Pendorong utama kinerja Microsoft berasal dari Azure, layanan cloud andalannya. Pendapatan Azure tumbuh 43 persen dibandingkan tahun lalu, bahkan untuk pertama kalinya mencetak pendapatan tahunan di atas 100 miliar Dolar AS. Microsoft juga memperkirakan pertumbuhan Azure akan tetap kuat pada kuartal berikutnya.
Perusahaan juga semakin diuntungkan dari tingginya minat terhadap layanan AI. Microsoft mengungkapkan jumlah pelanggan berbayar Microsoft 365 Copilot kini telah melampaui 30 juta, naik signifikan dibandingkan sekitar 20 juta pada April lalu. Sementara itu, GitHub Copilot telah digunakan oleh sekitar 50 juta pengguna.
Meski demikian, tidak semua lini bisnis mencatat hasil positif. Divisi yang membawahi Windows, Surface, Bing, dan Xbox mengalami penurunan pendapatan. Penjualan lisensi Windows ke produsen komputer turun 7 persen, sedangkan pendapatan Xbox menyusut 10 persen seiring lesunya pasar PC dan langkah efisiensi yang dilakukan perusahaan.
Di tengah besarnya permintaan AI, Microsoft menegaskan tetap akan menggelontorkan investasi besar untuk membangun pusat data dan infrastruktur pendukung. Belanja modal perusahaan diperkirakan mencapai sekitar 175 miliar Dolar AS pada tahun fiskal 2026 dan masih akan meningkat pada tahun berikutnya.
Microsoft juga memberikan proyeksi pendapatan kuartal berikutnya yang lebih tinggi dari perkiraan pasar. Prospek tersebut menjadi salah satu alasan investor kembali memburu saham Microsoft, yang sebelumnya sempat tertekan sepanjang tahun akibat kekhawatiran terhadap persaingan di industri AI.
BERITA TERKAIT: