Melalui aksi korporasi ini, emiten telekomunikasi di bawah naungan PT Danantara Asset Management tersebut menargetkan pembelian paling banyak 10 persen dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Berdasarkan keterbukaan informasi pada Kamis 4 Juni 2026, rencana ini akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Senin pekan depan atau 8 Juni 2026 guna mendapatkan persetujuan.
Jika direstui, buyback dijadwalkan berlangsung selama maksimal 12 bulan, terhitung mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027, baik melalui mekanisme di dalam maupun di luar Bursa Efek Indonesia (BEI).
Manajemen Telkom memastikan aksi ini tidak akan mengganggu stabilitas operasional maupun pendapatan perusahaan karena didukung modal kerja dan arus kas yang solid.
Selain itu, porsi saham free float dipastikan tetap aman di atas batas minimal 15 persen. Langkah strategis ini diambil demi menjaga keselarasan fundamental perusahaan dengan kondisi pasar, sekaligus meningkatkan kepercayaan jangka panjang para pemangku kepentingan.
BERITA TERKAIT: