Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama dunia, naik 0,18 persen ke level 99,195 setelah sebelumnya melemah 0,4 persen sepanjang pekan lalu.
Sentimen pasar berubah setelah media Iran melaporkan Teheran menghentikan komunikasi dengan Washington menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketidakpastian tersebut kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak.
Selain faktor safe-haven, Dolar juga mendapat dukungan dari meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga jika lonjakan harga energi memicu tekanan inflasi yang lebih besar.
Meski demikian, penguatan dolar sempat tertahan setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan adanya komunikasi tidak langsung dengan Hizbullah yang mengindikasikan peluang meredanya ketegangan di kawasan.
Pelaku pasar kini menantikan laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat mendatang untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve. Data tersebut diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan dolar dalam jangka pendek.
BERITA TERKAIT: