Harga Minyak Dunia Anjlok ke 92 Dolar AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 30 Mei 2026, 11:07 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok ke 92 Dolar AS
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
rmol news logo Harga minyak dunia terus melemah dan kini telah turun sekitar 20 persen dari level tertingginya pada 2026. 

Penurunan ini terjadi karena pelaku pasar semakin optimistis bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran akan mencapai kesepakatan gencatan senjata jangka panjang yang dapat meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, waktu AS, harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan global, turun 1,2 persen menjadi 92,56 Dolar AS per barel. Sepanjang Mei 2026, Brent telah merosot hampir 19 persen, menjadikannya bulan terburuk bagi pasar minyak sejak masa pandemi Covid-19. Dibandingkan dengan puncak harga yang dicapai tahun ini, Brent kini telah terkoreksi sekitar 20 persen.

Penurunan harga tak lepas dari laporan bahwa AS dan Iran sebagian besar telah menyepakati nota kesepahaman berdurasi 60 hari untuk menghentikan permusuhan. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat membuka kembali jalur pelayaran yang lebih aman di Selat Hormuz, salah satu rute pengiriman minyak terpenting di dunia.

Selat Hormuz memiliki peran vital bagi pasar energi global karena menjadi jalur utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk. Ketika risiko konflik meningkat, pasar biasanya khawatir pasokan minyak akan terganggu sehingga harga naik. Sebaliknya, prospek perdamaian membuat kekhawatiran tersebut berkurang dan mendorong harga minyak turun.

Meski demikian, pasar masih bersikap hati-hati. Serangan rudal di kawasan Teluk dilaporkan masih terjadi, sehingga investor belum sepenuhnya yakin bahwa situasi keamanan akan segera stabil. Risiko terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz juga masih menjadi perhatian utama.

Untuk saat ini, sentimen pasar lebih banyak dipengaruhi oleh harapan bahwa konflik antara AS dan Iran dapat mereda. Jika kesepakatan gencatan senjata benar-benar terwujud dan jalur pelayaran tetap aman, tekanan terhadap harga minyak berpotensi berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA