Ketua Umum HIPKA, Kamrussamad, mengatakan program qurban melalui Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmapres) bukan hal baru dalam tradisi kepresidenan Indonesia.
“Program kurban Presiden Prabowo melalui Banmapres merupakan keberlanjutan dari presiden-presiden terdahulu,” kata Kamrussamad dalam keterangannya, Sabtu, 30 Mei 2026.
Menurutnya, perbedaan utama terletak pada perluasan jangkauan distribusi yang kini menyentuh seluruh 514 kabupaten/kota di Indonesia.
“Di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, program kurban kepresidenan ini mengalami perluasan jangkauan yang sangat masif hingga mampu menyentuh seluruh kabupaten dan kota di Indonesia,” ujarnya.
Kamrussamad menjelaskan, pada era Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo, program qurban presiden juga telah berjalan. Namun pada masa Prabowo, jumlah hewan qurban dan cakupan penerimanya diperluas.
Tercatat, jumlah sapi qurban presiden meningkat dari 985 ekor pada 2025 menjadi 1.098 ekor pada 2026.
Selain menjangkau lebih banyak daerah, seluruh sapi qurban tersebut dibeli dari peternak lokal. Karena itu, program ini dinilai tidak hanya memiliki nilai sosial dan keagamaan, tetapi juga mendukung keberlanjutan sektor peternakan rakyat.
BERITA TERKAIT: