Pelemahan ini mengakhiri penguatan dalam dua sesi sebelumnya seiring meredanya optimisme pasar terhadap kemajuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Sentimen pasar kembali tertekan setelah serangan militer AS ke Iran memicu kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah, yang turut mendorong kenaikan harga energi dan imbal hasil obligasi pemerintah Eropa.
Indeks STOXX 50 zona Euro turun 1 persen ke level 6.070, sementara STOXX 600 pan-Eropa melemah 0,5 persen ke 628. Saham sektor perbankan menjadi salah satu penekan utama, dengan Santander, Deutsche Bank, dan UniCredit turun antara 1 persen hingga 2,4 persen.
Di sektor teknologi, ASML merosot hampir 3 persen meski saham terkait infrastruktur kecerdasan buatan (AI) global masih menunjukkan penguatan. Ferrari juga menjadi sorotan setelah anjlok lebih dari 8 persen usai meluncurkan mobil listrik pertamanya.
Di Jerman, indeks DAX 40 turun 0,8 persen ke 25.184 akibat aksi ambil untung dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap situasi geopolitik. Saham MTU Aero Engines, Deutsche Bank, Fresenius, dan SAP memimpin pelemahan. Namun, beberapa saham masih mencatat kenaikan, seperti Zalando, Infineon Technologies, E.ON, dan Continental.
Di Prancis, indeks CAC 40 turun 1 persen menjadi 8.173. Saham sektor barang mewah menjadi pemberat utama, dipimpin penurunan Hermès, Kering, dan LVMH. Sektor industri juga tertekan, termasuk Safran dan Airbus. Di sisi lain, STMicroelectronics menguat 3,1 persen berkat optimisme terhadap permintaan chip AI, sementara TotalEnergies naik 0,7 persen mengikuti kenaikan harga minyak.
Di Italia, FTSE MIB melemah 0,6 persen ke 49.899. Saham perbankan seperti UniCredit dan Intesa Sanpaolo bergerak di zona merah, sementara Ferrari kembali menjadi sorotan dengan penurunan 8,4 persen akibat respons negatif investor terhadap model mobil listrik “Luce”. Sebaliknya, STMicroelectronics dan Eni mencatat penguatan.
Berbeda dengan mayoritas bursa Eropa, FTSE 100 Inggris justru naik 0,3 persen, ditopang penguatan saham perbankan dan pertambangan.
HSBC, Barclays, NatWest, hingga Standard Chartered menguat, sementara saham tambang seperti Rio Tinto, Glencore, dan Anglo American juga mencatat kenaikan solid. Namun, saham energi menahan laju indeks, terutama BP yang turun lebih dari 4 persen setelah pergantian ketua perusahaan di tengah isu tata kelola.
BERITA TERKAIT: