Karo Humas dan Data Informasi Brigjen TNI Honi Havana mengatakan, Menko Polkam memberikan perhatian serius terhadap insiden tersebut dan memastikan negara hadir untuk melindungi para WNI.
“Bapak Menko Polkam memberi perhatian serius terhadap penahanan WNI oleh militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dan memastikan negara terus bekerja keras mengupayakan keselamatan serta pembebasan seluruh WNI tersebut,” ujar Honi dalam keterangan resmi, Kamis 21 Mei 2026.
Pemerintah, lanjutnya, akan menempuh seluruh jalur diplomatik, hukum, dan komunikasi internasional yang tersedia dengan tetap mengedepankan perlindungan WNI, kebebasan pers, serta prinsip-prinsip kemanusiaan.
Kemenko Polkam juga mendorong penguatan koordinasi lintas instansi, termasuk menjalin komunikasi dengan negara sahabat dan organisasi internasional.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi dari keterangan resmi pemerintah.
“Negara akan terus memastikan perlindungan dan keselamatan WNI sebagai prioritas utama,” kata Honi. Ia menambahkan, komitmen tersebut juga mencakup upaya penyelamatan empat WNI yang disandera di perairan Somalia sejak akhir April lalu.
Berikut daftar 9 WNI yang ditahan militer Israel:
1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa)
2. Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa)
3. Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat)
4. Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso)
5. Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171)
6. Bambang Noroyono (Republika)
7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika)
8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo)
9. Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews).
BERITA TERKAIT: