Dikutip dari Reuters, indeks STOXX 600 melorot 1,1 persen ke level 616,42.
Sentimen negatif ini menjalar ke bursa regional utama. Di Jerman indeks DAX menyusut 1,02 persen atau 255,08 poin menjadi 24.663,61.
Di Inggris, FTSE 100 merosot 1,55 persen atau 161,71 poin ke posisi 10.276,95. Sementara di Prancis, CAC berkurang 1,17 persen atau 97,34 poin menjadi 8.202,08.
Tekanan utama berasal dari sektor energi yang terpukul anjloknya harga minyak dunia di bawah level 100 Dolar AS per barel seiring munculnya sinyal kemajuan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Meskipun Shell melaporkan laba yang melampaui estimasi, sahamnya tetap anjlok 2,9 persen mengikuti tren penurunan harga komoditas energi yang selama ini memicu kekhawatiran inflasi di kawasan tersebut.
Kinerja emiten yang mengecewakan turut memperberat langkah pasar, terlihat dari jatuhnya saham produsen minuman Campari sebesar 14,5 persen akibat pendapatan di bawah ekspektasi, yang kemudian menyeret saham Diageo dan Pernod Ricard.
Sektor pertahanan dan teknologi medis juga tertekan, dengan saham Rheinmetall merosot 6,9 persen serta Siemens Healthineers turun 4,7 persen setelah memangkas proyeksi kinerja tahunannya.
Meski saham Henkel berhasil melonjak 3,3 persen berkat penjualan yang stabil, ketidakpastian mengenai perdamaian permanen di Timur Tengah membuat investor cenderung berhati-hati. Di sisi lain, laporan ECB mencatat bahwa meskipun integrasi keuangan zona Euro mengalami kemajuan, pasar ekuitas kawasan masih dinilai terfragmentasi di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.
BERITA TERKAIT: