Dikutip dari
CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang turun sekitar 0,41 persen, sementara indeks Topix melemah 0,67 persen. Meski begitu, data perdagangan Jepang menunjukkan ekspor naik selama tujuh bulan berturut-turut, dengan surplus perdagangan Maret sebesar 667 miliar Yen, lebih rendah dari perkiraan pasar. Investor juga menunggu keputusan Bank Sentral Jepang pekan depan.
Di Korea Selatan, indeks Kospi justru naik tipis 0,16 persen setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi. Namun, indeks Kosdaq untuk saham perusahaan kecil turun 0,42 persen. Data terbaru menunjukkan harga produsen di Korea Selatan naik paling cepat dalam lebih dari tiga tahun, dipengaruhi kenaikan harga energi akibat ketegangan di Timur Tengah.
Pasar Australia juga ikut melemah, dengan indeks S&P/ASX 200 turun 0,59 persen. Sementara itu, di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng bergerak di bawah level penutupan sebelumnya, menandakan potensi pelemahan lanjutan pada perdagangan berikutnya.
Di Tiongkok, indeks Shanghai relatif stagnan dan tidak banyak berubah. Hal ini menunjukkan investor masih menunggu arah kebijakan dan perkembangan global sebelum mengambil posisi besar di pasar.
BERITA TERKAIT: