Bursa Eropa Merah: Sektor Pertahanan Paling Tersungkur

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 22 April 2026, 07:00 WIB
Bursa Eropa Merah: Sektor Pertahanan Paling Tersungkur
Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)
rmol news logo Pasar saham Eropa tersungkur pada penutupan perdagangan Selasa 21 April 2026 waktu setempat. Meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran akan stabilitas pasokan energi. 

Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup melemah 0,87 persen ke posisi 616,03, diikuti oleh kejatuhan indeks utama lainnya. 

CAC 40 Prancis merosot 1,14 persen, FTSE 100 Inggris juga melemah sebesar 1,05 persen. Sedangkan DAX Jerman terkoreksi 0,60 persen. 

Sektor kedirgantaraan dan pertahanan menjadi pemberat utama dengan kejatuhan mencapai 4,8 persen, dipicu oleh anjloknya saham Thales, Safran, dan Rolls-Royce setelah laporan penjualan yang mengecewakan. 

Sektor kesehatan dan industri makanan-minuman juga ikut memerah, di mana saham Royal Unibrew mencatatkan rekor penurunan hampir 25 persen pasca pemutusan kemitraan dengan PepsiCo. Sebaliknya, sektor energi menjadi satu-satunya titik terang dengan kenaikan tipis 0,4 persen yang didorong oleh lonjakan harga minyak mentah dunia.

Kondisi ini menciptakan dilema bagi investor; ancaman inflasi energi yang tinggi diprediksi dapat memaksa Bank Sentral Eropa (ECB) untuk bersikap lebih agresif terhadap suku bunga. 

Meski demikian, di tengah sentimen negatif ini, beberapa analis melihat koreksi pasar sebagai momentum emas untuk melakukan pembelian selektif, mengingat valuasi saham Eropa saat ini dinilai jauh lebih terjangkau dibandingkan pasar Amerika Serikat. 

Di sisi lain, pelaku pasar masih memperkirakan kemungkinan besar ECB akan tetap mempertahankan suku bunga dalam pertemuan pekan depan. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA