Angka ini menunjukkan pembalikan tren setelah sebelumnya sempat melonjak signifikan sebesar 12,3 persen (data revisi) pada Februari lalu.
Penurunan performa ini utamanya dipicu oleh libur panjang Idul Fitri, yang secara historis memengaruhi jam operasional dealer dan aktivitas produksi.
Secara month-on-month (MoM), pasar mengalami tekanan yang cukup dalam. Penjualan wholesales anjlok 24,6 persen dibandingkan Februari 2026 (81.250 unit), dan penjualan ritel turun 14,8 persen secara bulanan menjadi 66.637 unit.
Meski Maret melandai, akumulasi sepanjang tiga bulan pertama tahun ini masih menunjukkan sinyal positif.
Untuk kuartal pertama tahun ini, penjualan mobil naik 1,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, mencapai 209.021 unit.
Penurunan di bulan Maret sering kali dianggap sebagai anomali musiman akibat pergeseran kalender hijriah. Para
analis memprediksi pasar akan kembali stabil pada kuartal kedua seiring dengan normalisasi hari kerja dan meningkatnya daya beli pasca-lebaran.
Gaikindo tetap optimis terhadap prospek jangka panjang di tahun 2026 dengan target penjualan dipatok sebesar 850.000 unit. Target tersebut mewakili peningkatan 5,8 persen dari total capaian tahun 2025 yang sebesar 803.687 unit.
BERITA TERKAIT: