Dikutip dari
Reuters, Selasa 31 Maret 2026, pada penutupan perdagangan Senin harga minyak mentah Brent ditutup naik 0,2 persen ke level 112,78 Dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih tinggi, naik 3,3 persen ke 102,88 Dolar AS per barel.
Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran gangguan pasokan energi, terutama karena ketegangan di Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.
Jika penutupan jalur ini berlangsung lebih lama, dampaknya bisa jauh lebih besar. Bahkan, ada proyeksi harga minyak bisa mendekati 150 Dolar AS per barel jika gangguan pasokan berlanjut selama satu bulan.
Lonjakan harga energi mulai merembet ke berbagai sektor. Harga gas, pupuk, plastik, aluminium, hingga bahan bakar pesawat dan kapal ikut naik. Akibatnya, harga barang lain seperti makanan, obat-obatan, dan produk petrokimia juga diperkirakan akan meningkat.
Harga aluminium bahkan mendekati level tertinggi dalam empat tahun setelah serangan udara Iran terhadap produsen besar di Timur Tengah.
BERITA TERKAIT: