Emiten infrastruktur telekomunikasi di bawah naungan Grup Djarum ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp3,68 triliun, atau tumbuh signifikan sebesar 10,3 persen dibandingkan perolehan tahun 2024 yang tercatat Rp3,34 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, yang dikutip redaksi dalam keterbukaan informasi, Selasa 24 Maret 2026, perseroan mengantongi pendapatan sebesar Rp13,33 triliun, naik 4,6 persen dari posisi sebelumnya senilai Rp12,74 triliun.
Sejalan dengan kenaikan omzet tersebut, beban pokok pendapatan ikut terkerek 4,8 persen (yoy) menjadi Rp4,19 triliun. Meski demikian, TOWR tetap mampu mengamankan laba bruto sebesar Rp9,14 triliun, meningkat 4,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada level operasional, laba usaha perseroan tercatat sebesar Rp7,5 triliun, tumbuh 3,2 persen (yoy).
Sementara itu, laba sebelum beban pajak penghasilan dan pajak final mencapai Rp4,45 triliun, mengalami kenaikan 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp5,85 miliar, laba tahun berjalan TOWR terkumpul senilai Rp3,68 triliun.
Dari sisi neraca, terjadi penguatan struktur permodalan yang cukup tajam.
Per 31 Desember 2025, jumlah ekuitas perseroan melonjak 41,3 persen menjadi Rp27,08 triliun dari posisi akhir 2024 yang sebesar Rp19,17 triliun.
Di saat yang sama, TOWR juga berhasil menekan total liabilitas hingga 14,4 persen (yoy) menjadi Rp50,19 triliun.
Adapun total aset perusahaan hingga akhir 2025 berada di angka Rp77,27 triliun, atau turun tipis 0,7 persen (yoy).
Di sisi likuiditas, posisi kas dan setara kas perseroan menyusut sebesar 31,1 persen menjadi Rp647,55 miliar, dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya yang mencapai Rp940,18 miliar.
BERITA TERKAIT: