Sebelumnya sempat melemah sepanjang pekan lalu, pasar saham AS berbalik menguat seiring turunnya harga minyak lebih dari 10 persen.
Analis menilai pasar merespons peluang meredanya konflik geopolitik, meskipun masih terdapat ketidakpastian akibat perbedaan klaim dari kedua negara. Tiga indeks utama Wall Street pun mencatat kenaikan yang solid.
Berdasarkan laporan Reuters pada Selasa, 24 Maret 2026, penutupan perdagangan hari Senin menunjukkan Dow Jones naik 1,38 persen ke 46.208,47, S&P 500 menguat 1,15 persen ke 6.581,00 dan Nasdaq melonjak 1,38 persen ke 21.946,76.
Kenaikan ini menjadi yang terbesar sejak awal Februari, mencerminkan respons kuat investor terhadap penurunan harga energi.
Indeks volatilitas CBOE Volatility Index (VIX) yang sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam dua minggu, turun dan ditutup di 26,15. Hal ini menandakan meredanya kepanikan di pasar.
Seluruh sektor dalam S&P 500 mengalami penguatan, dengan sektor siklikal seperti konsumsi non-esensial memimpin kenaikan, sementara sektor defensif bergerak lebih terbatas.
Saham maskapai dan perusahaan perjalanan menjadi yang paling diuntungkan dari turunnya harga bahan bakar. Beberapa di antaranya mencatat kenaikan lebih dari 4 persen. Selain itu, saham perusahaan kapal pesiar juga melonjak tajam, diikuti oleh penguatan sektor perbankan besar seperti JPMorgan Chase dan Goldman Sachs.
Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve mulai menurun. Peluang kenaikan pada Desember kini hanya sekitar 13 persen, yang turut mendukung reli pasar. Sentimen positif ini juga diperkuat oleh kenaikan saham individual seperti Synopsys setelah kabar masuknya investor besar.
BERITA TERKAIT: