Pada pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG bahkan sempat ambruk hingga minus 5,2 persen ke level 7.156. Pada saat itu tercatat 449 saham turun, 57 saham menguat, dan 158 saham stagnan, dengan nilai transaksi sekitar Rp1,5 triliun.
Memasuki sesi berikutnya, IHSG turun 3,49 persen atau merosot 264 poin ke level 7.321 pada penutupan perdagagangan sesi I.
Secara keseluruhan, tekanan di bursa terlihat dari dominasi saham yang bergerak di zona merah. Sebanyak 717 saham tercatat melemah, sementara 63 saham naik dan 36 saham tidak bergerak.
Nilai transaksi sepanjang perdagangan mencapai Rp13,94 triliun, dengan volume 31,15 miliar saham yang diperdagangkan dalam 1,61 juta kali transaksi.
Pelemahan terjadi di hampir seluruh sektor perdagangan. Sektor industri serta konsumer non-primer mencatatkan koreksi paling dalam pada hari ini.
Untuk diketahui, indeks tercatat terjun hampir 8 persen dalam satu pekan, menjadi pelemahan paling tajam yang melampaui gejolak MSCI Crash pada akhir Januari lalu.
BERITA TERKAIT: