Pelemahan ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat memperpanjang perundingan terkait program nuklir Teheran, sehingga meredakan kekhawatiran pasar akan konflik yang bisa mengganggu pasokan minyak global.
Dikutip dari
Reuters, harga minyak mentah jenis Brent turun 28 sen atau 0,4 persen menjadi US$70,47 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 29 sen atau 0,44 persen ke level 64,92 Dolar AS per barel.
Secara mingguan, harga Brent tercatat turun sekitar 1,8 persen, sedangkan WTI melemah sekitar 2,2 persen. Penurunan ini sekaligus memangkas sebagian kenaikan yang terjadi pada pekan sebelumnya.
Analis ANZ, Daniel Hynes, mengatakan perkembangan negosiasi AS dan Iran memang meredakan kekhawatiran akan aksi militer AS dalam waktu dekat. Namun, menurutnya, waktu untuk mencapai kesepakatan cukup terbatas.
“Walaupun ini awalnya meredakan kekhawatiran akan aksi militer AS yang segera terjadi, waktu untuk mencapai kesepakatan sangat sempit sebelum tenggat Presiden Trump pada 1-6 Maret,” ujarnya.
Bagi pasar minyak, kelanjutan negosiasi ini menjadi faktor penting. Jika tercapai kesepakatan, potensi gangguan pasokan bisa ditekan. Sebaliknya, jika pembicaraan gagal dan ketegangan meningkat, harga minyak berpotensi kembali melonjak.
BERITA TERKAIT: