Sentimen pasar saat ini terjepit di antara kekhawatiran atas kebijakan proteksionisme AS dan ekspektasi stimulus domestik di Asia.
Investor kembali bersikap waspada setelah Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social melempar ancaman tarif yang lebih tinggi bagi negara-negara yang dianggap tidak sejalan dengan putusan Mahkamah Agung AS. Di sisi lain, sektor teknologi global juga tertekan oleh kekhawatiran bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) dapat mengganggu model bisnis perusahaan perangkat lunak konvensional.
Pasar saham China daratan resmi dibuka kembali hari ini usai libur panjang Tahun Baru Imlek. Fokus utama pelaku pasar tertuju pada pengumuman Loan Prime Rate (LPR) oleh bank sentral China. Keputusan suku bunga satu tahun (acuan pinjaman komersial) dan lima tahun (acuan kredit properti) ini sangat dinantikan sebagai sinyal arah pemulihan ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut.
Indeks Nikkei 225 tampil solid dengan kenaikan 0,66 persen ke level 57.200,47. Sementara itu, indeks Topix cenderung bergerak stagnan.
Indeks Kospi berbalik arah ke zona merah dengan koreksi 0,26 persen ke level 5.831,09.
Indeks ASX 200 dibuka tipis di zona hijau, namun segera meluruh 0,13 persen menjadi 9.014.
Kontrak berjangka Hang Seng berada di posisi 26.869, menunjukkan tren penurunan dibanding penutupan sebelumnya.
Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih memiliki tenaga untuk melanjutkan penguatan setelah melonjak 1,5 persen ke posisi 8.396 pada perdagangan kemarin.
Arus modal asing diperkirakan masih akan mengalir, khususnya ke saham-saham perbankan big cap seiring membaiknya persepsi risiko investasi di Indonesia.
BERITA TERKAIT: