Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan salah satu poin kesepakatan yang akan disetujui pada pertemuan tersebut adalah komitmen Indonesia membeli produk energi dari Amerika Serikat senilai 15 miliar Dolar AS (Rp252 triliun).
Bahlil merinci pembelian tersebut mencakup berbagai komoditas energi, mulai dari LPG hingga minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM).
"Tadi itu juga dibahas, salah satu yang menjadi komitmen pembicaraan kita untuk trade dengan pihak Amerika itu adalah, kita akan membeli BBM sebesar 15 miliar Dolar AS. Itu dari LPG, kemudian dari crude-nya (Crude Oil), kemudian dari BBM-nya, minyak jadinya, dan itu masuk dalam pembicaraan," kata Bahlil usai Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut Bahlil, komitmen tersebut akan menjadi bagian penting dalam pembahasan saat Presiden Prabowo berkunjung ke Amerika Serikat.
Selain sektor energi, kerja sama bilateral di bidang pertambangan juga akan menjadi topik utama. Pemerintah membuka peluang investasi AS di sektor mineral kritis, termasuk nikel.
"Kita equal treatment aja. Katakanlah kalau biarkan mereka ingin melakukan investasi di Indonesia dengan kritikal mineral ataupun termasuk dengan nikel, kita terbuka aja. Kan negara kita negara bebas aktif," ujar Bahlil.
"Karena itu kita menyumbangkan equal treatment kepada semua negara, termasuk Amerika Serikat. Dan kalau mereka Insyaallah berminat, kita juga harus memberikan juga sama dengan yang lain," tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan bertolak pada 19 Februari 2026. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo juga akan menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
"Disampaikan bahwa bapak presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART," kata Airlangga.
BERITA TERKAIT: