OJK: Investor Asing Kembali Borong Saham Rp654,9 Miliar di Tengah Koreksi IHSG

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 03 Februari 2026, 07:40 WIB
OJK: Investor Asing Kembali Borong Saham Rp654,9 Miliar di Tengah Koreksi IHSG
Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)
rmol news logo Pasar saham domestik akhirnya kedatangan kembali arus modal asing. 

Setelah empat hari berturut-turut melakukan aksi jual (net sell), investor mancanegara terpantau berbalik arah dengan mencatatkan beli bersih (net buy) senilai Rp654,9 miliar pada perdagangan Senin 2 Januari 2026. Menariknya, aksi borong ini terjadi justru saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang berada di zona merah.

Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, menyambut baik kembalinya minat investor asing ini sebagai bukti kepercayaan terhadap pasar Indonesia.

“Ternyata setelah empat hari asing net sell, pada hari ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp654,9 miliar. Jadi ini berita bagusnya bahwa ternyata foreign buy hari ini setelah empat hari kemarin net sell dari foreign,” ujar Friderica dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ia menjelaskan bahwa pelemahan indeks saat ini merupakan fenomena global. Bursa di kawasan Asia pun kompak "kebakaran", bahkan Korea Selatan harus melakukan intervensi pasar.

“Secara regional, indeks-indeks di regional juga minus ya, kalau kita lihat di Kospi Korea itu minusnya bahkan jauh lebih dalam 5,4 persen, kemudian di Hong Kong, kemudian India, Singapura dan China juga secara regional melemah,” jelasnya.

Meski IHSG tertekan cukup dalam, OJK melihat ada pergeseran strategi investor. Dana mulai mengalir ke saham-saham dengan fundamental yang kokoh, sementara saham yang sudah "overvalued" atau kemahalan mulai ditinggalkan.

Jadi kita melihatnya ini juga untuk perspektif yang lebih luas dan lebih global. Jadi market kita hari ini walaupun turun tapi ada hal-hal baik yang bisa kita lihat,” tambah Kiky.

Ia menekankan bahwa kenaikan harga pada saham-saham berfundamental baik adalah sinyal bahwa pasar masih rasional.

"Jadi, ini satu hal yang positif bahwa investor melihat untuk saham-saham yang fundamentalnya bagus mengalami kenaikan hari ini, tetapi saham-saham yang turun hari ini kebanyakan adalah dari saham-saham memang secara harganya sudah naiknya terlalu tinggi,” katanya, 

Di tengah fluktuasi yang tajam, OJK bersama seluruh Self Regulatory Organization (SRO) menjamin bahwa integritas pasar tetap terjaga.

“Kami ingin memastikan bahwa OJK bersama seluruh SRO memastikan ya seluruh perdagangan dilakukan secara teratur wajar efisien,” tegasnya. 

Pada penutupan perdagangan Senin, IHSG ditutup melemah 406,88 poin atau 4,88 persen ke level 7.922,73. Indeks LQ45 turut turun 27,29 poin atau 3,27 persen ke posisi 806,24.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.949.040 kali transaksi dengan volume 50,41 miliar saham senilai Rp29,17 triliun. Sebanyak 58 saham menguat, 720 saham melemah, dan 36 saham stagnan. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA