“Ya enggak perlu panik. Kalau saham risikonya tiap hari ada yang naik, ada yang turun,” kata Airlangga di Kompleks istana Kepresidenan, Jakarta.
Pemerintah memastikan akan menelusuri penyebab anjloknya IHSG. Kondisi pasar modal pun akan dievaluasi dengan menggelar rapat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pihak terkait.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan evaluasi bersama Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Besok kami jadwalkan (rapat). Nanti kami monitor," jelasnya.
Airlangga menyebut ada faktor teknikal yang membuat IHSG merosot tajam. Salah satunya berkaitan dengan penyesuaian indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Pertama ada teknikal MSCI, kedua tentu dari BEI, bursa itu perlu melakukan evaluasi,” pungkas Airlangga.
Indeks Harga Saham Gabungan hari ini merosot 8 persen atau 718,44 poin ke level 8.261. BEI pun telah membekukan sementara perdagangan pada Rabu, 28 Januari 2026 pukul 13.43 WIB.
BERITA TERKAIT: